Cari

Oscar Living akan IPO, Tawarkan Saham Perdana di Level Rp 100 - Rp 125



https://katadata.co.id/lavinda/finansial/624be6b41bd33/oscar-living-akan-ipo-tawarkan-saham-perdana-di-level-rp-100-rp-125


Oscar Living akan menggunakan 88,22% dana hasil IPO untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan, gaji karyawan, serta kegiatan pemasaran.


PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk berencana melantai di bursa saham pada akhir April 2022 mendatang. Dalam penawaran awal yang berlangsung pada 4 - 14 April 2022, perusahaan furnitur Oscar Living ini menawarkan saham dengan kisaran harga Rp 100 - Rp 125.


Dalam prosepektus yang dirilis, proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 400 juta saham atau 21,10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Perseroan menargetkan dapat memperoleh dana segar maksimal Rp 50 miliar.


Selanjutnya, tanggal efektif diperkirakan berlangsung pada 21 April 2022. Kemudian, masa penawaran pada 22 - 27 April 2022, masa penjatahan pada 27 April 2022, dan perkiraan distribusi secara elektronik pada 28 April 2022.


Oscar Living menargetkan akan tercatat di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode OLIV pada 29 April 2022. Adapun, penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Danatama Makmur Sekuritas.


Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 400 juta. Jumlah tersebut mewakili sekitar 26,67% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan. Setiap pemegang satu saham berhak memperoleh satu waran. Adapun, satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.


Waran Seri I mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama enam bulan sejak diterbitkan. Jangka waktunya mulai 24 Oktober 2022 hingga 28 April 2023.


Perseroan akan menggunakan 11,78% dari dana hasil IPO untuk belanja modal terkait renovasi gudang dan memperkuat jaringan perdagangan produk-produk furnitur, dengan menambah armada own-fleet berupa truk. Kemudian, sekitar 88,22% akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan, gaji karyawan, serta kegiatan pemasaran.


"Penggunaan dana penawaran umum ini juga meliputi penyewaan gudang-gudang baru," demikian tertulis dalam prospektus, dikutip Selasa (5/4).


Sedangkan, dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan, gaji karyawan, serta kegiatan pemasaran.

26 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua